Berdakwah di pedalaman, tak semudah berdakwah di kota dengan segala kemudahan fasilitas. Di pedalaman, ragam tantangan kerap ditemui. Mulai dari fasilitas, kondisi geografis hingga sosial masyarakat. Namun di balik itu semua, selalu ada hikmah dan kabar menggembirakan.
Salah satu upaya dakwah terberat adalah berdakwah di pedalaman. Tugas dakwah itu diambil oleh para da'i yang mendirikan Surau Kabah Madani. Surau ini menjadi pusat pendidikan Islam dan Al-Qur'an di pedalaman Kalimantan di Kabupaten Lamandau.
Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam Universitas Sunan Kalijaga, Yogyakarta Prof H. Sutrisno, menilai pendidikan Islam memiliki peran besar dalam proses perbaikan Indonesia.
Kiai Subki berharap, gelaran acara kali ini dapat memberikan pengaruh positif dari lembaga-lembaga pendidikan yang sudah maju kepada lembaga-lembaga lainnya.
Setelah dilanda kebakaran besar, berbagai kegiatan layanan masyarakat di Jakarta Islamic Centre, Jakarta Pusat, dipastikan tetap berjalan dengan baik, termasuk ajang Jakarta Islamic Education Fair (JIEF).
Suyitno memandang penting melatih kepala madrasah maupun calon kepala madrasah. Sebab, ujung tombak pengembangan mutu lembaga pendidikan berada di tangan top leader.
Dia lalu menjelaskan perihal trauma syariat. Menurutnya, trauma syariat ketika generasi muda melihat agama sebagai beban dan musibah dalam hidup mereka.
Keluarga Besar Maarif Institute turut berduka atas meninggalnya Prof Azyumardi Azra. Sosok tersebut merupakan sejarawan paling berpengaruh di dunia pendidikan.
Hal tersebut juga akhirnya terwujud, UIN Jakarta kini memiliki 12 fakultas bernuansa agama dan 12 bernuansa umum. Ia memiliki kontribusi besar dalam membangun hubungan baik antar agama di Indonesia ataupun tingkat internasional.
Agar mencapai tujuan tersebut, Muhammadiyah, sebagai pelopor pendidikan Islam menapaki jejak KH Ahmad Dahlan dengan membangun institusi pendidikan secara holistik.
Mohammad Hatta dikenal sebagai bapak pendiri bangsa yang cerdas. Bung Hatta tak hanya punya pemikiran brilian di bidang ekonomi namun juga dalam bidang pendidikan Islam. Bung Hatta ingin memadukan ilmu agama dengan ilmu sosial humaniora.
Menurut Ustadz Fauzil Adhim, banyaknya jam pelajaran tentang agama Islam tidak akan banyak berpengaruh terhadap keluhuran jiwa anak. Itu terjadi jika sikap takzim anak tersebut bukan kepada agama, ilmu agama, maupun ahlinya.