Babak baru Abu Bakar di Madinah dimulai dari wilayah Sunh. Dari saudagar Mekah menjadi petani di lahan Ansar, ia merajut integrasi sosial melalui kerja keras dan ikatan pernikahan yang kokoh.
Ketakutan Abu Bakar di Gua Tsur bukanlah soal nyawa pribadi, melainkan kecemasan akan padamnya cahaya wahyu. Sebuah drama psikologis tentang cinta yang melampaui naluri pelindung seorang ibu.
Kisah hijrah bukan sekadar pelarian, melainkan strategi klandestin dan pengabdian tanpa batas. Di balik pintu belakang rumah Abu Bakar dan di kedalaman Gua Tsur, sebuah sejarah baru bagi peradaban dunia mulai ditulis dengan keringat dan iman.
Merasa lelah hati dan ingin menyerah? Simak renungan Islam ini tentang bertahan saat ujian hidup terasa berat. Ingatlah, bersama kesulitan pasti ada kemudahan dan pertolongan Allah.
Dari teori jagat mengembang hingga rahasia klorofil, Al-Quran membuktikan diri tidak bertentangan dengan sains. Quraish Shihab membedah bagaimana wahyu menjadi inspirasi riset masa depan.
Sains modern kerap terjebak pada dunia materi. Quraish Shihab menawarkan rekonstruksi ilmu lewat Al-Quran yang menyatukan fakta empiris dengan realitas metafisika demi kebahagiaan manusia.
Gelombang rangsangan visual menguji konsistensi pemuda taat. Antara beban syariat mandi besar dan desakan biologis, Yusuf Qardhawi menawarkan jalan tengah yang rasional melalui pendekatan medis dan kaidah fikih yang memudahkan.
Polemik khitan perempuan memicu perdebatan panjang antara pakar medis dan ulama. Syaikh Yusuf Qardhawi menawarkan jalan moderat dengan menekankan pada tindakan minimalis demi menghindari dampak negatif.
Banyak pasangan terjebak dalam euforia pertunangan hingga melampaui batas syariat. Dr. Yusuf Qardhawi mengingatkan bahwa khitbah hanyalah gerbang janji, bukan tiket untuk melegalkan hubungan fisik.
Menjaga keharmonisan suami istri hukumnya wajib dan bernilai ibadah. Ustadzah Dr Aan Rohanah membagikan tujuh cara sederhana menjaga hubungan rumah tangga agar tetap harmonis dan penuh kasih sayang.
Filsafat Islam tak lahir dari ruang hampa. Neoplatonisme, ajaran filsuf pagan Plotinus, ikut membentuk kosmologi dan metafisika Muslim, sekaligus memicu perdebatan serius dengan doktrin wahyu.
Fiqh tumbuh di tengah ekspansi politik Islam. Dari kebutuhan mengatur masyarakat majemuk, ia menjelma disiplin hukum mapan, dibentuk perdebatan ulama, patronase penguasa, dan dinamika sejarah.
Filsafat Islam tumbuh dari perjumpaan panjang dengan warisan Yunani. Di balik hormat besar pada Aristoteles, yang hidup justru Aristotelianismeajaran yang telah ditafsir, disaring, dan diolah ulang lintas zaman.
Fiqh tidak lahir dari ruang hampa. Ia berakar pada peran Nabi sebagai pemimpin dan hakim di Madinah, lalu tumbuh menjadi disiplin hukum yang menata masyarakat, dengan etika sebagai fondasi utamanya.
Filsafat Islam lahir dari dialog rumit antara wahyu dan rasio. Aristotelianisme dan Neoplatonisme tidak ditelan mentah, tetapi diolah ulang hingga melahirkan tradisi kalam dan filsafat yang orisinal dan berpengaruh global.
Fikih bukan sekadar hukum ibadah. Ia tumbuh bersama ekspansi Islam, menjadi instrumen utama pengaturan masyarakat dan negara. Sejarah menjelaskan mengapa fiqh begitu dominan dalam cara umat Islam memahami agamanya.
Pengetahuan manusia berkembang, tafsir ikut bergeser. Al-Quran tetap sama, tetapi pemahamannya menuntut keberanian merevisi tafsir lama tanpa menjadikannya tunduk pada sains.
Di tengah laju sains modern, Al-Quran tetap menuntut pembacaan rasional. Bukan dengan membenarkan teori ilmiah, melainkan dengan dialog kritis antara wahyu, akal, dan pengalaman manusia.
Al-Quran sering diminta menjawab semua persoalan manusia. Padahal, ia diturunkan sebagai kitab hidayah: penuntun akidah, hukum, dan akhlak demi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.