Menurut kajian sejarah, benih tasawuf muncul di zaman Tbiin, generasi setelah sahabat. Tanpa nama atau jargon mistik, mereka dikenal sebagai nussk (ahli ibadah) dan zuhhd (asketik).
Setelah berhasil membongkar pencuri, Abu Nawas tidak mengambil semua harta untuk diri sendiri. Ia membaginya dengan adil kepada keluarga pencuri, orang miskin, dan sebagian untuk dirinya.
Di tengah pergeseran gaya hidup urban yang cenderung instandari donasi sekali klik hingga bantuan musimangagasan shadaqah jariyah mengajak umat menanam amal yang berjangka panjang.
Ia memilih cara cerdas dan lucu untuk membuat mereka menyesali perbuatannya, sekaligus mendapatkan kembali uang yang lebih besar. Ini adalah bentuk pembalasan yang mendidik, bukan merusak.
Dalam perspektif Al-Quran, ia adalah sesuatu yang mengikat atau menghalangi seseorang terjerumus dalam kesalahan atau dosa. Namun, apa tepatnya yang dimaksud sesuatu itu, kitab suci tak pernah menjelaskannya secara gamblang.
Rasulullah ? mengungkap sisi unik perjalanan hidupnya: Nabi Ibrahim tak pernah berdusta, kecuali tiga kali. Dua di antaranya demi membela tauhid. Satu lagi demi melindungi kehormatan istrinya, Sarah.
Kisah ini mengajarkan pentingnya berpikir jernih dan logis saat menghadapi kebingungan atau keraguan. Abu Nawas menunjukkan bahwa dengan pendekatan akal yang tepat, masalah yang tampak rumit pun bisa diselesaikan.
Di Kayu Manis, sebuah desa dekat Cirebon, hampir seluruh penduduknya menganut paham ini. Mereka berdakwah lewat diskusi informal, kunjungan rumah, atau dialog di kampus-kampus.
Tak semua penyakit bisa disembuhkan dengan ramuan. Kadang yang dibutuhkan adalah perasaan yang dipahami. Abu Nawas mengajarkan bahwa menyelesaikan masalah tidak selalu membutuhkan alatyang utama adalah akal dan empati.
Tawasul dengan amal saleh adalah syariat yang dibenarkan, berbakti kepada orang tua harus diutamakan, meninggalkan zina karena takut kepada Allah adalah tanda keimanan yang tinggi.
Abu Nawas mengajarkan bahwa menyampaikan prinsip kebenaran harus dilakukan dengan cara yang tidak memperkeruh suasana, bahkan bisa memperbaiki hubungan antar manusia.
Tidak ada perselisihan di antara para ulama tentang kekafiran orang yang mencela Aisyah setelah turunnya ayat pembebasan dalam surat An-Nur, tulis Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Dalam kehidupan ini, mukjizat adalah tanda kuasa Allah yang diberikan kepada para nabi atau peristiwa luar biasa yang menunjukkan kebenaran suatu ajaran.
Narasi kelompok Syiah ekstrem kerap memotret hubungan antara Abu Bakar dan Ahlul Bait sebagai penuh kebencian dan saling curiga. Namun, riwayat sahih justru menampik dugaan tersebut.
Rasulullah pernah mengisahkan sebuah peristiwa yang menakjubkan tentang seorang wanita pezina dari Bani Israil yang telah bergelimang dosa sepanjang hidupnya. Namun justru dari tangannya, Allah bukakan pintu surga.
Di antara ayat yang menjadi rujukan utama adalah QS Al-Hasyr: 10. Ayat ini tidak hanya menegaskan doa untuk para Sahabat, tetapi juga perintah untuk tidak menaruh ghill (kedengkian) terhadap mereka.