Imam al-Ghazali mengatakan semua nafsu badani musnah pada saat kematian, bersamaan dengan kematian organ-organ yang biasa digunakan oleh nafsu-nafsu tersebut. Tetapi jiwa tidak.
Dalam hadis-hadis yang menganjurkan dan mendorong untuk menjenguk orang sakit, terdapat indikasi yang menunjukkan disyariatkannya menjenguk setiap orang yang sakit, baik yang sakitnya berat maupun ringan.
Bukan hanya dengan nalar pengetahuan capaian dan intuisi saja jiwa manusia bisa menempati tingkatan paling utama di antara makhluk-makhluk lain, tetapi juga dengan nalar kekuatan.
Ia meninggalkan harta, sanak keluarga, rumah, dan tanah airnya melepaskan pakaian yang biasa dikenakan dan hanya mengenakan dua helai pakaian ihram tanpa penutup kepala, merendahkan diri kepada Rabb-nya.
Quraish Shihab mengatakan Al-Qur'an menjadikan kecukupan pangan serta terciptanya stabilitas keamanan sebagai dua sebab utama kewajaran beribadah kepada Allah.
Para ulama berkesimpulan bahwa pada prinsipnya segala sesuatu yang ada di alam raya ini adalah halal untuk digunakan, termasuk makanan yang terdapat di dalamnya.
Penanaman kualitas-kualitas setan, hewan, ataupun malaikat akan menghasilkan watak-watak yang sesuai dengan kualitas tersebut, yang di Hari Perhitungan akan diwujudkan dalam bentuk kasatmata.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyesatkan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, berbuat bodoh atau dibodohi
Di antara hal yang memperkuat kesunahan menjenguk orang sakit ialah adanya hadis-hadis yang menerangkan keutamaan dan pahala bagi orang yang melaksanakannya.
Imam al-Ghazali mengatakan hati bukan sekadar daging di tubuh, tapi entitas yang menggunakan indera sebagai alat. Hati berasal dari dunia maya, bukan dunia nyata.
Imam Bukhari berpendapat bahwa perintah di sini menunjukkan hukum wajib, dan beliau menerjemahkan hal itu dalam kitab Shahih-nya dengan mengatakan: Bab Wujubi Iyadatil-Maridh (Bab Wajibnya Menjenguk Orang Sakit).
Imam al-Ghazali mengatakan pengetahuan tentang diri adalah kunci untuk mengenal Tuhan. Hadits menyatakan, Dia yang mengetahui dirinya sendiri, akan mengetahui Tuhan.
Pascaperjanjian Hudaibiyah, Rasulullah SAW memanggil orang-orang agar bersiap-siap berangkat melakukan umrah al-qadha (umrah pengganti) yang sebelumnya terhalang.
Kemungkinan besar, asal-usulnya bermula sejak ribuan tahun yang lalu. Yang dapat dipastikan adalah bahwa lembah tersebut dahulu menjadi tempat perhentian kafilah untuk beristirahat, karena terdapat sumber mata air.
Menurut Syaikh, jenis manusia pertama adalah mereka yang tidak berhati dan tidak berlidah. Mereka adalah orang-orang bodoh dan hina, yang tidak pernah mengingat Allah.
Salah satu adab haji dan umrah adalah disunnahkan baginya menulis wasiatnya, dan segala yang terkait hak dan kewajibannya, ajal (umur) ada di sisi Allah Subhanahu wa Taala.
Ketika melihat Ismail memukul adiknya, Sarah bersumpah tidak ingin tinggal bersama Hajar dan anaknya. Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail ke selatan, ke sebuah lembah sunyilokasi Makkah sekarang.
Di era modern ini, praktik kawin paksa memang sudah sangat jarang terjadi. Namun, bukan berarti kasus semacam kisah Siti Nurbaya benar-benar lenyap. Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap pernikahan paksa?