Zikir berupa takbir, tasbih, dan doa merupakan amalan shalih yang disyariatkan pada seluruh waktu dan dalam setiap keadaan, kecuali pada kondisi yang dilarang.
Imam al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah, setelah menjelaskan hadis Abu Hurairah tentang enam hak seorang Muslim atas Muslim lainnya, serta hadis al-Barra bin Azib tentang tujuh perkara yang diperintahkan.
Jangan menyakiti sesama Muslim, baik dengan lisan maupun perbuatan. Hindari sikap sombong, merasa lebih tahu, atau menyakiti jemaah lain. Jauhi pula perbuatan tidak senonoh dan kefasikan saat berhaji.
Dijadikannya menjenguk orang sakit sebagai hak seorang muslim terhadap muslim lainnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis, tidak berarti bahwa orang sakit yang non-Muslim tidak boleh dijenguk.
Dalil kebolehan wanita menjenguk laki-laki dalam hadis tersebut terlihat dari tindakan Aisyah yang menjenguk ayahnya dan menjenguk Bilal, serta ucapannya kepada masing-masing dari mereka.
Mendapati 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah salah satu nikmat besar dari nikmat-nikmat Allah. Manis dan lezatnya hari-hari ini hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang salih.
Berdo'a adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT, tetapi bukan berarti hanya orang yang terkena musibah saja yang layak memanjatkan do'a.
Malam-malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Inilah penafsiran yang benar menurut mayoritas ahli tafsir dari kalangan salaf dan lainnya. Penafsiran ini juga sahih dari Ibnu Abbas.
Engkau berada di Biladullah al-Haram (tanah suci) Makkah. Negeri yang setiap kebaikan dilipatgandakan (pahalanya), demikian pula halnya dengan keburukan, dilipatgandakan dosanya.
Ibadah haji merupakan amal yang paling agung setelah iman dan jihad. Ia merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, yang menghapus dosa-dosa sebelumnya.
Surah Abasa, yang memerintahkan manusia untuk memperhatikan makanannya, menyebutkan berbagai jenis tumbuhan yang telah disiapkan Allah untuk kepentingan manusia dan binatang.
Imam al-Ghazali mengatakan semua nafsu badani musnah pada saat kematian, bersamaan dengan kematian organ-organ yang biasa digunakan oleh nafsu-nafsu tersebut. Tetapi jiwa tidak.
Dalam hadis-hadis yang menganjurkan dan mendorong untuk menjenguk orang sakit, terdapat indikasi yang menunjukkan disyariatkannya menjenguk setiap orang yang sakit, baik yang sakitnya berat maupun ringan.