LANGIT7.ID - , Jakarta -
Bunuh diri merupakan tindakan mengakhiri nyawa sendiri dengan sengaja. Banyak alasan yang membuat orang memilih bunuh diri, antara lain permasalahan hidup, kekecewaan,
depresi dan lainnya.
Merujuk dari situs Majelis Ulama Indonesia (
MUI), Kamis (8/12/2022), dalam Buku Pendidikan Agama Islam, karya Drs H Muslimin dijelaskan Islam melarang penghilangan nyawa baik melalui pembunuhan terhadap orang lain maupun diri sendiri.
Baca juga: KH Cholil Nafis: Kalau Paham Agama Tak Boleh Bunuh DiriDalil mengenai larangan bunuh diri tercantum dalam surat An Nisa ayat 29,
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَاۡكُلُوۡۤا اَمۡوَالَـكُمۡ بَيۡنَكُمۡ بِالۡبَاطِلِ اِلَّاۤ اَنۡ تَكُوۡنَ تِجَارَةً عَنۡ تَرَاضٍ مِّنۡكُمۡ ۚ وَلَا تَقۡتُلُوۡۤا اَنۡـفُسَكُمۡؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيۡمًا
Yaaa aiyuhal laziina aamanuu laa taakuluuu amwaalakum bainakum bilbaatili 'illaaa an takuuna tijaaratan 'an taraadim minkum; wa laa taqtuluuu anfusakum; innal laaha kaana bikum RahiimaaArtinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."
Dari dalil tersebut, Allah secara tegas melarang tindakan bunuh diri. Lantas, mengapa bunuh diri dilarang?
Mengutip jurnal berjudul "Kontribusi Penyuluh Agama dalam Meminimalisasi Bunuh Diri," karya Moh Rosyid, terdapat tiga faktor dilarangnya bunuh diri.
Baca juga: Komnas HAM Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Bom Bunuh Diri di Astana AnyarPertama, mendahului kehendak Allah SWT (dalam hal kematian). Kedua, menandakan tidak siap menerima realitas dan dinamika kehidupan yang menimpa. Ketiga, menandakan ketidaksiapsiagaan menyongsong masa depan yang tidak lekang dari tantangan dan halangan-rintangan.
Kemudian, selain bunuh diri merupakan perbuatan yang dilarang, orang yang membunuh dirinya sendiri dengan menggunakan suatu benda atau cara apapun, kelak di hari kiamat akan dihukum dengan benda atau cara tersebut di dalam neraka.
Hal itu dijelaskan dalam hadist Nabi Muhammad Saw yang berbunyi,
مَن حَلَفَ علَى مِلَّةٍ غيرِ الإسْلامِ فَهو كما قالَ، وليسَ علَى ابْنِ
آدَمَ نَذْرٌ فِيما لا يَمْلِكُ، ومَن قَتَلَ نَفْسَهُ بشيءٍ في الدُّنْيا عُذِّبَ
به يَومَ القِيامَةِ، ومَن لَعَنَ مُؤْمِنًا فَهو كَقَتْلِهِ، ومَن قَذَفَ مُؤْمِنًا
بكُفْرٍ فَهو كَقَتْلِهِ
Artinya, "Barangsiapa yang bersumpah dusta atas nama agama selain Islam, maka dia seperti apa yang diucapkannya. Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, maka dia akan disiksa dengan benda tersebut di neraka jahannam. Melaknat seorang mukmin sama seperti membunuhnya. Barang siapa yang menuduh seorang mukmin sebagai kafir maka dia seperti telah membunuhnya." (HR Al Bukhari: 6105 dan Muslim: 110).
Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah: Tidak Ada Syahid dengan Bunuh DiriDalam menghadapi realitas dan dinamika kehidupan, sebagai umat Islam sudah sepatutnya untuk terus bertawakal kepada Allah SWT dan ketahuilah Dia akan memberi ketenangan dari katakutan yang ada.
Hal tersebut seperti yang tercantum dalam Hadits Riwayat Bukhari bab Tawakal 11/311.
Ibnu Qayyim berkata, "Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepadanya dan yang menyandarkan kepada-Nya, yaitu Dia yang memberi ketenangan dari ketakutan orang yang takut, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong dan barangsiapa yang berlindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya, menjaganya, dan barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan, dan Allah akan memberi kepadanya segala macam kebutuhan yang bermanfaat." (Taisirul Azizil Hamid: 503).
Umat Islam sudah sepatutnya menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam hal ini bunuh diri bukan jadi solusi dalam penyelesaian masalah yang ada di dunia.
Karena itu, jika mengalami kesulitan dalam hal apapun, maka lihatlah ke bawah tepatnya kepada orang yang lebih mengalami kesulitan.
Baca juga: Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Jihad tapi Tindakan KriminalHal tersebut akan membuat Anda lebih banyak merasa bersyukur dan lebih beruntung.
Dalam surat Ar-Rad ayat 26 dijelaskan,
اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا
الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
Artinya, "Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)." (QS Ar Rad: 26)
Perlu diketahui hidup di dunia memang tidak ada yang sempurna, sebab Allah SWT selalu memberikan ujian kepada hamba-Nya. Namun, dalam menyelesaikan ujian tersebut sebagai umat islam harus mampu menyelesaikan ujian itu dengan cara terbaik sesuai tuntunan Allah SWT, tentu tidak dengan tindakan bunuh diri.
(est)