Di perbatasan Syam dan Persia, Armenia menjadi simpul terakhir kekuasaan Bizantium yang resah. Setelah Umar wafat, wilayah itu kembali gelisah. Utsman harus memastikan Syam tak terbuka untuk ancaman dari utara.
Di perbatasan Persia, Azerbaijan menjadi ujian pertama bagi Khalifah Utsman. Pembangkangan pajak, kekosongan garnisun, dan bayangan fitnah memaksa pusat kekuasaan bertindak cepat.
Begitu dilantik, Utsman bin Affan memilih meneruskan kebijakan Abu Bakar dan Umar. Di tengah gejolak daerah dan ancaman luar, sang khalifah ketiga lebih hati-hati ketimbang inovatif.
Dalam surat-suratnya kepada para pejabat, Utsman bin Affan merumuskan etika kekuasaan yang menolak pemerasan, membatasi aparat pemungut pajak, dan menegakkan amanat sebagai fondasi negara yang baru tumbuh.
Kelembutan, kedermawanan, dan kedekatan dengan keluarga Nabi menjadikan Utsman bin Affan menyandang julukan Dzu al-Nuraynsatu-satunya manusia bergelar Pemilik Dua Cahaya dalam sejarah Islam.
Masuknya Islam ke hati Utsman bin Affan bukan karena mukjizat, tapi hasil perenungan rasional dan kejernihan batin. Dari dialog dengan Abu Bakar hingga syahadatnya, iman tumbuh dalam keheningan akal.
Utsman bin Affan, khalifah ketiga, dikenal lembut dan pemalu, namun teguh dan dermawan. Sosok saudagar saleh ini memimpin di masa transisi: dari kekhalifahan menuju kekuasaan yang menyerupai kerajaan
Sebelum menjadi khalifah yang disegani, Umar bin Khattab adalah pemuda Mekah yang gagah, keras kepala, dan gemar berpacu di gelanggang Ukaz. Di antara debu, syair, dan khamar, sejarah menyiapkan ledakan kesadarannya.
Allah menyatakan bahwa penciptaan langit dan bumi bukan tanpa tujuan. Alam ada bukan semata untuk ditaklukkan atau dieksploitasi, tapi untuk dijaga dan disyukuri.
Kedaulatan Islam meluas sampai mendekati Afganistan dan Cina di sebelah timur, Anatolia dan Laut Kaspia di utara, Tunis dan sekitarnya di Afrika Utara di bagian barat dan kawasan Nubia di selatan.
Seorang khalifah adalah siapa yang diberi kekuasaan mengelola suatu wilayah, baik besar atau kecil. Cukup banyak ayat yang menggambarkan tugas-tugas seorang khalifah.
Kata Imam mempunyai makna yang sama dengan khalifah. Hanya saja kata Imam digunakan untuk keteladanan, karena ia terambil dari kata yang mengandung arti depan yang berbeda dengan khalifah yang terambil dari kata belakang.
Kekhalifahan mempunyai tiga unsur yang saling kait-berkait: 1. Manusia, yang dalam hal ini dinamai khalifah. 2. Alam raya, yang ditunjuk oleh ayat Al-Baqarah sebagai ardh. 3. Hubungan antara manusia dengan alam dan segala isinya, termasuk dengan manusia.