Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, menegaskan, fikir dan zikir merupakan pondasi utama pembangunan peradaban Islam. Namun, umat Islam saat ini hanya berhenti di aktivitas zikir saja, dan tidak terlalu memperhatikan aktivitas ilmiah.
Prof A.M Saefuddin, membeberkan beberapa cara zionis Yahudi mampu mengendalikan peradaban manusia saat ini. Mereka menguasai apa yang cenderung ditinggalkan oleh umat Islam, yakni ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meluncurkan Center for Integrative Science and Islamic Civilization (CISIC) untuk mengintegrasikan sains dan Islam. CISIC dibentuk untuk mewujudkan cita-cita UMY dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan, adab merupakan salah satu ajaran inti dari agama Islam. Manusia beradab bisa dilihat dari tiga ciri yakni iman, ilmu, dan amal.
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menegaskan, Al-Quran merupakan asas utama bagi umat manusia dalam membangun peradaban di muka bumi.
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Prof. Dr. KH Hamid Fahmy Zarkasyi, menegaskan, Islam merupakan agama sekaligus peradaban. Islam kerap kali dipandang sebatas agama yang meliputi urusan ritual semata. Itu terjadi karena dikotomi antara agama dan peradaban.
Perkembangan teknologi pernah dikuasai oleh umat Islam, termasuk dalam teknologi persenjataan. Profesor Emeritus di Swiss Federal Institute of Technology (ETH) in Zurich, Mohamed Mansour, mengungkapkan fakta menarik bahwa perkembangan teknologi roket ternyata diperkenalkan oleh umat Islam.
Presiden Foundation for Science, Technology and Civilisation (FSTC), Prof. Salim Al-Hassani, mengatakan, umat Islam sudah memainkan berbagai macam cabang olahraga sejak tahun 700-1700 M. Fakta sejarah itu kerap dilupakan.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Agus Purwanto (Gus Pur), mengatakan, universitas yang ada saat ini terlahir dari rahim Islam. Maka semangat keilmuan dalam Islam harus dilestarikan.
Direktur Utama INSISTS, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, menjelaskan, cara pandang (worldview) seorang muslim memandang realitas dan kebenaran. Islam memiliki konsep kebenaran sendiri yang berbeda dengan konsep Barat.
Nilai-nilai rahmatan lil alamin dalam Islam sejalan dengan kosmopolitanisme, di mana pada hakikatnya manusia terikat oleh solidaritas global lintas batas geografis dan budaya. Menurut Rektor UII, Prof Fathul Wahid, itulah saalah satu faktor kejayaan peradaban Islam.
Peradaban Islam tak kunjung bangkit hingga hari ini bahkan berada di titik nadir. Menurut Dosen UII Suwarsono Muhammad, satu jalan menuju kejayaan peradaban Islam yang perlu didiskusikan adalah melalui jalur kapitalisme.
Maroko adalah salah satu wilayah yang pernah menjayakan peradaban Islam. Sebagai gerbang penyebaran Islam ke Eropa, Maroko jadi penentu kemajuan di Eropa. Oleh karena itu, tak heran jika muncul banyak tokoh besar dalam sejarah Islam dari Maroko.