Nabi Isa hadir sebagai silsilah terakhir nabi bagi kaum Bani Israil di tengah dekadensi moral dan materialisme yang akut. Sebuah misi pelurusan tauhid sebelum kedatangan risalah pamungkas Muhammad SAW.
Al-Quran membedah polemik status Isa Al-Masih, menegaskannya sebagai hamba dan rasul pilihan di tengah pusaran klaim keilahian. Sebuah narasi tentang kebenaran yang melampaui perdebatan sejarah.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), meresmikan Masjid As Sholihin di Yokohama, Jepang, pada Jumat (10/4/2026) lalu. Dalam peresmian tersebut, JK menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pembinaan umat, khususnya bagi diaspora Indonesia.
Identitas pencabut nyawa dalam literatur Ahlus Sunnah adalah Malaikat Maut, bukan Izrail sebagaimana anggapan populer. Penamaan Izrail dinilai tidak memiliki landasan dalil shahih dan cenderung bersumber dari riwayat Israiliyyat yang tidak terverifikasi.
Alam kubur menjadi rapor awal bagi setiap jiwa sebelum menghadapi pengadilan akhir. Keselamatan di liang lahat menjadi kunci pembuka kemudahan di padang mahsyar hingga jembatan shirat.
Kematian bukan sekadar berhentinya detak jantung, melainkan transisi menuju hukum alam yang berbeda. Ahlus Sunnah meyakini fase barzakh sebagai masa di mana roh memegang kendali atas nasib jasad yang fana.
Alam kubur bukan sekadar perhentian fisik, melainkan fase krusial menuju kekekalan. Bagi Ahlus Sunnah, meyakini nikmat dan siksa kubur adalah ujian tertinggi dalam memvalidasi keimanan pada hal ghaib.
Sifat pengecut bukan sekadar rasa takut, melainkan patologi mental yang melumpuhkan tanggung jawab moral dan kedaulatan bangsa. Ia adalah penjara bagi jiwa yang enggan bertaruh demi kebenaran.
Pengecut bukan sekadar rasa takut, melainkan rapuhnya fondasi hati saat kebenaran menuntut pembuktian. Ia adalah penyakit yang melumpuhkan tanggung jawab, membuat manusia lari dari kewajiban moral.
Konsistensi lebih penting dari semangat sesaat. Simak bagaimana langkah kecil yang terus dilakukan mampu membentuk kebiasaan dan membawa perubahan hidup yang nyata.
Pengecut bukan sekadar absennya keberanian, melainkan penyakit hati yang melumpuhkan integritas dan tanggung jawab sosial. Ia adalah muara dari ketidakmampuan manusia menunaikan hak Tuhan dan sesama.
Dua malaikat turun setiap fajar untuk menentukan nasib ekonomi manusia. Bagi mereka yang menggenggam erat hartanya dari jalan kebaikan, kehancuran bukan sekadar ancaman, melainkan doa yang menembus langit.
Kikir bukan sekadar perkara menahan harta, melainkan penyakit jiwa yang menghancurkan tatanan sosial. Dari jerat ular berbisa hingga kehancuran peradaban, bakhil adalah racun bagi keimanan.
Di balik anomali penurunan biaya haji 2026, terselip orkestrasi subsidi triliunan rupiah dan ambisi diplomasi ekonomi Indonesia di Tanah Suci. Sebuah pertaruhan fiskal demi melindungi rakyat kecil.
Ketamakan terhadap dunia menjadi motor penggerak bagi kaum Yahudi dalam membangun hegemoni. Al-Quran memotret sifat serakah ini sebagai akar permusuhan abadi mereka terhadap kaum beriman di seluruh penjuru bumi.
Kekerasan hati kaum Yahudi merupakan kutukan atas pembangkangan mereka terhadap syariat. Al-Quran menggambarkan kalbu mereka lebih keras dari batu, sebuah kondisi psikologis yang menutup pintu hidayah.
Keyakinan eksklusif sebagai kekasih Tuhan mendorong kaum Yahudi membangun sekat kasta terhadap kemanusiaan. Menghalalkan harta dan darah bangsa lain menjadi buah dari rasisme teologis yang akut.