Nabi Ayyub melampaui batas ketabahan manusia saat hartanya ludes dan raga digerogoti penyakit. Sebuah fragmen eskatologis tentang bagaimana syukur dan sabar bertemu di titik nadir penderitaan.
Nabi Isa tidak pernah mengajukan klaim keilahian atas dirinya. Sejarah dan teks suci menunjukkan adanya pembelokan sistematis oleh Bani Israil terhadap misi tauhid murni yang dibawa sang utusan.
Kelahiran Isa Al-Masih bukan sekadar peristiwa biologis, melainkan intervensi langit untuk meruntuhkan materialisme Bani Israil. Al-Quran mencatatnya sebagai tanda kekuasaan absolut Sang Pencipta.
Setelah lama terlelap dalam materialisme dan pembangkangan, Bani Israil dikejutkan oleh rentetan keajaiban di Baitul Maqdis. Kelahiran Maryam dan Yahya menjadi prolog bagi misi besar pelurusan tauhid.
Hidup tak selalu harus dipahami sekarang. Temukan ketenangan hati melalui kesabaran dan keyakinan pada rencana Allah. Simak renungan tentang hikmah di balik setiap ketidakpastian.
Bani Israil terjebak dalam siklus ketaatan dan pembangkangan yang kronis. Kehancuran Baitul Maqdis menjadi saksi bisu atas hilangnya kedaulatan mereka akibat rusaknya fondasi akidah dan manipulasi nalar.
Nabi Isa hadir sebagai silsilah terakhir nabi bagi kaum Bani Israil di tengah dekadensi moral dan materialisme yang akut. Sebuah misi pelurusan tauhid sebelum kedatangan risalah pamungkas Muhammad SAW.
Al-Quran membedah polemik status Isa Al-Masih, menegaskannya sebagai hamba dan rasul pilihan di tengah pusaran klaim keilahian. Sebuah narasi tentang kebenaran yang melampaui perdebatan sejarah.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), meresmikan Masjid As Sholihin di Yokohama, Jepang, pada Jumat (10/4/2026) lalu. Dalam peresmian tersebut, JK menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pembinaan umat, khususnya bagi diaspora Indonesia.
Identitas pencabut nyawa dalam literatur Ahlus Sunnah adalah Malaikat Maut, bukan Izrail sebagaimana anggapan populer. Penamaan Izrail dinilai tidak memiliki landasan dalil shahih dan cenderung bersumber dari riwayat Israiliyyat yang tidak terverifikasi.
Alam kubur menjadi rapor awal bagi setiap jiwa sebelum menghadapi pengadilan akhir. Keselamatan di liang lahat menjadi kunci pembuka kemudahan di padang mahsyar hingga jembatan shirat.
Kematian bukan sekadar berhentinya detak jantung, melainkan transisi menuju hukum alam yang berbeda. Ahlus Sunnah meyakini fase barzakh sebagai masa di mana roh memegang kendali atas nasib jasad yang fana.
Alam kubur bukan sekadar perhentian fisik, melainkan fase krusial menuju kekekalan. Bagi Ahlus Sunnah, meyakini nikmat dan siksa kubur adalah ujian tertinggi dalam memvalidasi keimanan pada hal ghaib.
Sifat pengecut bukan sekadar rasa takut, melainkan patologi mental yang melumpuhkan tanggung jawab moral dan kedaulatan bangsa. Ia adalah penjara bagi jiwa yang enggan bertaruh demi kebenaran.
Pengecut bukan sekadar rasa takut, melainkan rapuhnya fondasi hati saat kebenaran menuntut pembuktian. Ia adalah penyakit yang melumpuhkan tanggung jawab, membuat manusia lari dari kewajiban moral.
Konsistensi lebih penting dari semangat sesaat. Simak bagaimana langkah kecil yang terus dilakukan mampu membentuk kebiasaan dan membawa perubahan hidup yang nyata.
Pengecut bukan sekadar absennya keberanian, melainkan penyakit hati yang melumpuhkan integritas dan tanggung jawab sosial. Ia adalah muara dari ketidakmampuan manusia menunaikan hak Tuhan dan sesama.