LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap orang yang hidup sebagai manusia di muka bumi ini tentu tak akan pernah lepas dengan namanya fitnah. Menurut
Ustaz Abdurahman Al Habsyi dunia dipenuhi dengan fitnah. Bahkan semakin tua dunia maka kian marak
fitnah bertebaran.
Dalam surah Al-Anfal ayat 28 Allah SWT berfirman,
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ
Artinya, "Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar." (QS. Al-Anfal: 28).Baca juga: TGB: Kekerasan Bisa Jadi Fitnah, Pesantren Harus Ramah SantriUstaz Rahman mengatakan dalam bahasa
Al-Qur'an fitnah juga dapat diartikan sebagai sebuah cobaan, sehingga bisa disikapi dengan sama. Dia pun memberikan cara menyikapi fitnah yang dialami.
"Untuk menyikapi banyaknya fitnah yang beredar dan bertebaran di muka bumi ini, tentu kaum muslimin diperintahkan untuk mempertebal iman dan memperkuat amal ibadahnya kepada sang pencipta," ujar Ustaz Rahman kepada Langit7, Kamis (17/11/2022).
Ustaz Rahman berpendapat, hal ini dilakukan karena sandaran yang paling kuat seorang muslim adalah Allah SWT.
"Sebab sandaran kita yang paling kuat dan kokoh adalah Allah SWT, agar kita dapat dikeluarkan dari gemelut fitnah yang terjadi di atas muka bumi ini. Itulah yang diajarkan dalam Islam," imbuhnya.
Setiap orang yang hidup sebagai manusia di muka bumi ini tentu tak akan pernah lepas dengan namanya fitnah. Sebab, Menurut Ustaz Abdurahman Al Habsyi dunia dipenuhi dengan fitnah. Bahkan semakin tua dunia maka kian marak fitnah bertebaran.
Baca juga: 3 Fakta Dugaan Fitnah Penimbunan Beras Bansos terhadap JNEDalam surah Al-Anfal ayat 28 Allah SWT berfirman,
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ
Artinya, "Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar." (QS. Al-Anfal: 28).Dia berkata dalam bahasa Al-Qur'an fitnah juga dapat diartikan sebagai sebuah cobaan, sehingga bisa disikapi dengan sama. Ustaz Rahman lalu memberikan cara menyikapi fitnah yang dialami.
"Untuk menyikapi banyaknya fitnah yang beredar dan bertebaran dimuka bumi ini, tentu kaum muslimin diperintahkan untuk mempertebal iman dan memperkuat amal ibadahnya kepada sang pencipta," ujar Ustaz Rahman kepada Langit7, Kamis (17/11/2022).
Ustaz Rahman berpendapat, hal ini dilakukan karena sandaran yang paling kuat umat muslim adalah Allah SWT.
Baca juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 217: Makna Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan"Sebab sandaran kita yang paling kuat dan kokoh adalah Allah SWT, agar kita dapat dikeluarkan dari gemelut fitnah yang terjadi di atas muka bumi ini. Itulah yang diajarkan dalam Islam," imbuhnya.
(est)