Bagi makmum masbuk dalam shalat Ied, perdebatan bukan sekadar soal jumlah takbir yang tertinggal, melainkan tentang prioritas antara menjalankan sunnah tambahan atau menyimak firman Tuhan.
Takbir tambahan dalam shalat Ied adalah syiar yang agung, namun sering kali jamaah datang saat imam telah usai bertakbir. Di balik keriuhan hari raya, tersimpan perdebatan fikih yang presisi mengenai nasib rakaat pertama sang masbuq.
Perbedaan awal puasa bukan sekadar persoalan teknis informasi, melainkan perdebatan teologis dan astronomis tentang mathla yang telah berlangsung selama empat belas abad dalam sejarah Islam.
Di tengah suasana Ramadhan yang sarat refleksi, sebuah pertanyaan besar mengemuka, apa sebenarnya makna kesejahteraan? Apakah sekadar angka statistik ekonomi, atau sesuatu yang lebih dalam dari itu?.
Umat Islam menggelontorkan dana fantastis hingga puluhan triliun rupiah setiap Idulfitri. Namun, alih-alih mengentaskan kemiskinan, dana tersebut kerap menguap dalam pusaran konsumerisme yang nirfaedah.
Idulfitri bukan sekadar garis finis ritual tahunan, melainkan transisi menuju istiqamah. Perayaan ini adalah bentuk ibadah melalui rasa syukur yang terukur, menjauh dari euforia hampa dan bidah.
Kebahagiaan Idulfitri sering kali tereduksi menjadi sekadar pamer sandang dan pangan. Padahal, esensi hari raya adalah perayaan atas kemenangan takwa dan ampunan dosa yang dicapai melalui peluh ibadah.
Islam memandang hari raya bukan sekadar ajang pesta, melainkan substitusi spiritual yang menggeser tradisi jahiliyah. Menjaga otentisitas Idul Fitri dan Idul Adha adalah upaya merawat prinsip akidah.
Idul Fitri kerap disalahpahami sebagai garis finis untuk bebas bermaksiat. Padahal, kegembiraan yang hakiki harus tetap bersandar pada koridor syariat, bukan perayaan foya-foya yang menghapus pahala.
Perjalanan spiritual Mahershala Ali dari lingkungan pendeta hingga menjadi mualaf peraih Oscar menunjukkan sisi humanis Islam. Baginya, Ramadhan adalah momentum memperkuat koneksi batin yang sempat sunyi.
Pemerintah telah lama mencanangkan visi Indonesia Emas 2045, sebuah cita-cita besar tentang Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. Tetapi pertanyaannya sederhana sekaligus berat, apakah cita-cita itu benar-benar bisa tercapai?
Fenomena judi dan pertaruhan yang menyasar anak-anak kerap membayangi perayaan Idul Fitri di sejumlah wilayah. Praktik ini dinilai sebagai kemungkaran besar yang menodai kesucian kemenangan spiritual.
Kegembiraan Idul Fitri kerap dicemari oleh pemborosan harta melalui petasan yang nirfaedah. Para ulama mengingatkan agar kelebihan materi dialihkan untuk membasuh air mata kaum papa dan yatim.
Ritual jabat tangan antara pria dan wanita nonmahram saat Idul Fitri kerap dianggap sebagai kelaziman sosial. Padahal, literatur fikih dan hadits memberikan peringatan keras atas pelanggaran batas fisik ini.
Selebrasi Idulfitri kerap terjebak dalam ritual kosmetik yang mengabaikan prinsip syariat. Mencukur jenggot demi penampilan di hari raya dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap identitas fitrah.
Fenomena saling kirim parsel dan kartu lebaran kini menjadi sorotan dalam diskursus fikih kontemporer. Praktik ini dinilai sebagian ulama sebagai bentuk pengekoran tradisi non-Muslim yang perlu diwaspadai.
Sarah, seorang mualaf asal Meksiko, menjalani puasa perdana dengan menemukan kehangatan yang serupa dengan nilai keluarga Latin. Baginya, Ramadhan menjadi jembatan penghubung identitas budaya dan iman.
Kisah Imran bin Haththan dan istrinya yang cantik jelita mengajarkan makna sabar dan syukur dalam rumah tangga. Pasangan yang bersabar atas kekurangan dan bersyukur atas kelebihan diyakini mendapat balasan surga.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Noorhaidi Hasan, menyampaikan refleksi mendalam tentang hubungan antara spiritualitas Ramadhan, etika pribadi, dan tantangan dunia akademik Indonesia di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta.