Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, dikerjakan sebelum dan sesudah shalat lima waktu. Jika dikerjakan sebelum shalat maka disebut qabliyah, jika dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut ba'diyah.
Imam at-Tirmidzi mengutip riwayat yang menggambarkan ciri-ciri fisik Rasulullah SAW. Dari riwayat tersebut, tergambar Rasulullah sebagai manusia pemilik fisik paling sempurna di dunia.
Berpindah tempat untuk melaksanakan shalat sunnah merupakan perkara yang dianjurkan. Nabi Muhmmad memerintahkan agar seorang muslim memisahkan shalat wajib dengan shalat sunnah dalam tempat yang berbeda.
Sebelum terjadinya perpindahan kiblat, Rasulullah selalu mendongak ke atas, seolah menunggu wahyu Allah agar arah kiblat dipindahkan ke Ka'bah di Masjidil Haram.
Syahdan pada masa kehkhalifahan Umar bin Khaththab terdapat seorang pria shalih bernama Said bin Yarbu. Khalifah Umar menugaskannya untuk merawat Masjidil Haram.
Sebelum mengunjungi makam, wajib bagi peziarah mengetahui adab-adab ziarah kubur yang sesuai tuntunan Rasulullah. Peziarah hendaknya menghormati ahli kubur dengan tidak melakukan perbuatan yang dilarang dan sia-sia.
Apakah manusia benar-benar harus bebas dari dosa? Tentu saja tidak, hanya Rasulullah Saw manusia yang terjaga dari kealpaan. Allah Swt menyiapkan ujian dan tentu saja menyiapkan ganjaran.
Beragam nama dari Nabi menunjukkan, betapa pentingnya surat al-Fatihah sehingga termasuk bacaan yang wajib dalam shalat, sekaligus mengisyaratkan agar kandungan surat al-Fatihah itu betul-betul dikuasai dan dijiwai.
Pada masa Nabi, setiap wahyu yang turun, satu ayat atau lebih, terlebih dahulu Nabi Muhammad memahami dan menghafalkannya, kemudian disampaikan dan diajarkan kepada para sahabatnya persis seperti apa yang diterimanya, tanpa ada perubahan dan penggantian sedikitpun.