Kisah ini mengajarkan kesadaran yang terus-menerus akan kematian sebagai pintu menuju makrifat. Bukan untuk menakut-nakuti diri, melainkan sebagai alat untuk hidup lebih sadar, lebih jernih, dan tidak terperdaya oleh ilusi dunia.
Bagi sebagian orang, pintu surga bukan dibuka lewat amal yang menumpuk atau ibadah yang sempurna. Tapi cukup dengan satu kalimat yang dilafalkan di detik terakhir hidup: Laa ilaaha illallaah.
Barangsiapa yang mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisannya, tulis Qardhawi, maka dia menjadi orang Islam. Dan berlaku baginya hukum-hukum Islam, walaupun dalam hatinya dia mengingkari.
Dengan kemajuan teknologi, umat muslim jadi bisa memanfaatkan teknologi ketika beribadah. Semisal menggunakan handphone untuk membaca Alquran ketika shalat.
Dari wahyu pertama hingga ilmu gizi, dari sabda Nabi hingga hasil riset Nobel, Islam menenun satu kesatuan besar: kesehatan adalah ibadah, dan kebersihan adalah bagian dari jalan menuju kesempurnaan iman.
Jauh sebelum wahyu turun di Gua Hira, agama Nasrani telah menemukan jalannya ke kalbu sebagian orang Baduidengan biara, mabidz, dan air mata. Abrahah ternyata cukup berperan.
Neraka itu, kata Imam Al-Ghazali, bukanlah liang dipenuhi ular dan bara, melainkan kekecewaan jiwa. Surga bukanlah istana berpilar mutiara, tapi kebeningan rohani.
Banyak dari mereka mencurigai kisah-kisah qushash sebagai campuran antara kebenaran dan fantasi. Bahkan dalam sejumlah kesempatan, kalangan fakih meminta agar aktivitas para pendongeng dibatasi.
Ketika seorang muslim benar-benar tunduk pada ketetapan Allah, maka ia sedang menjalankan makna sejati dari kalimat syahadat: la ilaha illallah. Tiada yang berhak menetapkan hukum, kecuali Allah.
Hilah bukan sekadar kecerdikan. Ia adalah siasat tersembunyi, seolah tampak sah di mata syariat, padahal bertujuan membatalkan maksud hukum itu sendiri.
Di tengah meningkatnya tafsir keagamaan yang menjurus pada otoritarianisme fikih dan populisme syariah, suara lama dari Al-Quran kembali menyeruak: bahwa halal dan haram adalah hak prerogatif Tuhan.
Nasrudin, sebagaimana para sufi lainnya, tidak menyampaikan hikmah dengan cara kering atau formal semata. Ia tahu bahwa sebagian orang hanya bisa bangun dari kelalaiannya jika diguncang, baik secara jasmani maupun rohani.
Jusuf Kalla serukan Qunut Nazilah di seluruh masjid Indonesia sebagai bentuk doa bersama hadapi musibah global, termasuk Gaza dan Iran. Satukan kepedulian umat.
Ia menutup ceritanya dengan pelan, Jagalah hatimu untuk selalu peduli. Dan jagalah penilaianmu agar tidak menilai dari rupa. Karena Allah melihat pada hati, bukan pada wajah dan kata.
Hadis-hadis sahih menyebutkan: Dajjal akan muncul dari arah Timur, membawa 70.000 pengikut Yahudi dari kota Asbahan, wilayah yang hari ini dikenal sebagai Isfahan, di jantung negara Iran.
Di sinilah, sekitar tahun ke-20 Hijriah, denyut terakhir kejayaan Zoroaster dan Sasanid berpacu melawan waktu. Pasukan Muslimin datang bukan hanya dengan pedang dan panji, tapi juga dengan mandat sejarah.
Menurut Syaikh bin Baz, kebolehan poligami bukan sekadar kemurahan (rukhshah), tapi justru memiliki banyak maslahat, antara lain menjaga kesucian diri dan wanita, memperbanyak keturunan, hingga memperluas umat yang menyembah Allah.
Mempercayai makhluk yang mengklaim tahu perkara gaib, berarti secara sadar atau tidak, telah mengingkari satu ajaran fundamental Islam: bahwa perkara ghaib hanya dalam pengetahuan Allah.