Islam Jawa, tulis Geertz, berkelindan dengan tradisi Hindu-Buddha, mistisisme lokal, hingga etika pertanian masyarakat desa. Dari situlah lahir tiga tipologi yang ia sebut santri, priyayi, dan abangan.
Di Yunani, pusat filsafat yang sering dipuja Barat, perempuan justru terpinggirkan. Di istana-istana, para wanita elite disekap. Di kalangan bawah, lebih menyedihkan: mereka diperlakukan sebagai barang dagangan.
Al-Quran tidak pernah secara eksplisit menyebut asal perempuan dari tulang rusuk. Sebaliknya, ayat-ayat awal surat An-Nisa dan Al-Hujurat menekankan bahwa manusia diciptakan dari nafs wahidahjiwa yang satu.
Bucaille menyebut ada banyak ruang pertemuan antara Quran dan Bibel: kisah nabi-nabi besar (Nuh, Ibrahim, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman, Isa), juga kisah Maryam, kelahiran Isa, banjir besar, hingga eksodus Bani Israil.
Dalam praktik keagamaan, umat sering kali lebih sibuk memperdebatkan perkara cabang: posisi tangan saat shalat, tata cara zikir, model jilbab, atau bahkan sekadar intonasi bacaan doa.
Fungsi inilah yang dijalani oleh Masjid Nurul Ashri di Sleman, Yogyakarta. Salah satu cara memakmurkan umat yang dijalankan Masjid Nurul Ashri adalah lewat program titip beli singkong.
Dalam praktik sehari-hari umat Islam, amalan lahiriah justru sering lebih bising: panjang jenggot, potongan celana, posisi tangan saat shalat. Soal hatiniat, ikhlas, taqwakalah gaung.
Sebutan-sebutan ini menambah kabut. Di telinga Barat, nama tarekat seperti Qadiriyah atau Naqsyabandiyah terdengar eksotis, kadang salah kaprah dipahami sebagai sekte atau ordo rahasia.
Kata roh terulang dalam Al-Quran sebanyak 24 kali. Namun, makna yang menyertainya tidak tunggal. Dalam surat Al-Qadr, misalnya, roh disebut bersama malaikat yang turun di malam Lailatul Qadar.
Masa-masa fitnah sebagai periode langka yang justru menuntut kerja keras ekstra. Keperluan untuk melakukan amal saleh pada masa seperti ini lebih ditekankan daripada masa-masa yang lain.
Transformasi yang dibawa Islam, adalah menjadikan perempuan subjek yang memiliki martabat dan hak hukum, sekaligus menetapkan struktur sosial yang dianggap sesuai dengan fitrah.
Rabiah tidak lahir dari keluarga kaya. Ia lahir dalam kemiskinan, bahkan sempat menjadi budak sebelum dibebaskan. Kebebasan itu justru ia gunakan untuk membebaskan dirinya dari hasrat duniawi.
Hari ini, kita membutuhkan lebih banyak Agus Salim baru. Orang yang menguasai bahasa dunia, memahami geopolitik, dan berani berkata benar di hadapan siapa pun, tanpa tunduk pada tekanan.
Kisah ini penuh makna. Selain lucu dan menghibur, kisah Abu Nawas mengajarkan bahwa dalam hidup, akal, iman, dan keberanian untuk bersikap tenang dalam tekanan adalah kunci untuk keluar dari berbagai masalah.
Hadis riwayat Sahih Muslim menegaskan, Nabi SAW melarang mutah pada peristiwa penaklukan Makkah. Pandangan serupa lahir di mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali: nikah mutah dianggap haram mutlak.
Kritik halus ditujukan kepada para menteri seperti Farhan yang tidak tahu-menahu soal perkampungan berbahaya itu. Mereka lalai dan tidak menjalankan tugasnya mengawasi seluruh wilayah kerajaan.
Penjajahan ekonomi melalui utang luar negeri, dominasi budaya populer asing, hingga penetrasi ideologi global, sering dipandang sebagai bentuk kolonialisme baru (neo-colonialism).
Islam tidak mengenal nasionalisme dalam arti sempit yang mengagungkan satu bangsa di atas yang lain karena umat Islam disatukan oleh aqidah, bukan ras atau wilayah.
Pandangan seperti ini terdengar longgar bagi sebagian ulama Syafiiyah di Indonesia, yang memandang anjing sebagai najis mughalladzah, najis berat yang harus dicuci tujuh kali jika terkena liurnya