Bukan soal rendahnya intelektualitas perempuan, ayat tentang kesaksian justru menyoroti konteks sosial masa itu. Tafsir baru menyerukan ruang adil bagi perempuan di pengadilan.
Tak selalu saling meniadakan. Islam dan komunisme pernah bersisian dalam sejarah Indonesia. Bahkan kader Muhammadiyah dan tokoh NU sempat berada di bawah bendera PKI.
Riwayat klasik hingga kajian astronomi modern tak sepakat soal tanggal lahir Nabi. Benarkah 12 Rabiul Awal hanya tradisi populer, bukan kepastian sejarah?
Dari Mesir abad ke-10 hingga Nusantara, Maulid Nabi terus menimbulkan perdebatan: bidah atau cinta Rasul? Kini, perayaan ini hadir di masjid, alun-alun, hingga media sosial.
Perayaan Maulid Nabi terus jadi perbincangan. NU melihatnya sebagai barokah tradisi, sementara Muhammadiyah menekankan purifikasi, menggeser ritual ke ruang edukasi.
Islam menolak korupsi bukan hanya lewat pidato, tapi lewat sistem. Dari etika wahyu, institusi hisbah, hingga digitalisasi pengawasan, jihad melawan rente harus dimulai dari hulu.
Di Najran, Rasulullah menggandeng Fatimah, Ali, Hasan, dan Husain. Sebuah doa tanding digelar, bukan untuk menjatuhkan lawan, tapi meneguhkan kebenaran dengan keberanian dan moral.
Hampir seabad lahir di Mesir, ide Ikhwanul Muslimin menyeberang ke Indonesia. Dari halaqah sunyi di masjid kampus, ia kini mengakar di partai politik. Bagaimana pengaruhnya bertahan di era demokrasi?
Dari surau ke medan laga, jihad menyeruak di tengah konflik adat dan ulama. Ketika Belanda datang, perang berubah jadi perlawanan kolonial. Gema tauhid tak padam meski Bonjol tumbang.
Bukan sekadar pemberontakan, Perang Jawa adalah jihad melawan penindasan. Panji tauhid, zikir, dan doa menjadi amunisi perlawanan yang mengguncang kolonial.
Apakah Islam dan demokrasi kompatibel? Sejumlah cendekiawan bilang iya. Namun praktik politik identitas belakangan menguji seberapa tulus persahabatan ini.
Indonesia sering dipuji sebagai negara Muslim demokratis. Tapi dari bilik pemilu hingga mimbar dakwah, tafsir keagamaan terus diuji oleh godaan politik identitas.
Kufur besar kekal di neraka, kufur kecil tidak. Tapi membedakannya bukan sekadar istilahia menentukan nasib akhirat dan mencegah tafsir sesat. Berikut ini penjelasannya.
Ketika negara panik, telepon ulama kembali berdering. Saat krisis legitimasi, suara mereka menjadi penyejuk. Namun, begitu situasi normal, mereka kerap hilang dari meja keputusan. Mengapa pola ini berulang?
Tidak semua kekufuran berarti murtad, tidak semua nifaq mengantar ke neraka. Yusuf Al-Qardhawi mengingatkan: keliru menafsirkan istilah bisa menyalakan api takfir yang dilarang agama.
Di balik perbedaan corak pemikiran, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari menjalin persahabatan erat. Sejarah membuktikan, ukhuwah mereka melahirkan fondasi kokoh Islam Indonesia.
Tahun 7 Hijriah, benteng Khaibar runtuh. Bani Nadhir, Bani Qainuqa, dan Bani Quraizhah lenyap dari Madinah. Dari pengusiran itu, sejarah mencatat luka yang tak sembuh. Dendam pun menyeberangi generasi.
Kudeta bukan sekadar manuver politik. Dalam syariat, ia menyangkut urusan darah, kekuasaan, dan maslahat umat. Apakah Islam membenarkannya atau mengharamkannya? Perdebatan ulama tak kunjung usai.