Cinta dunia bukan sekadar soal harta. Ia penyakit batin yang mematikan, melemahkan umat, dan membuat manusia terjerumus pada kesombongan, ketamakan, serta kehancuran moral yang tak kasat mata
Kisah Balqis bukan sekadar legenda istana kaca. Ia menyingkap peran strategis perempuan pada masa Nabi Sulaiman, dari takhta dan diplomasi hingga spiritualitas yang membentuk sejarah wahyu.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Jusuf Kalla menekankan peran vital masjid sebagai pusat peradaban, bukan sekadar tempat ibadah.
Dari perlindungan Raja Nasrani di Ethiopia hingga kekecewaan Yahudi Madinah, perjumpaan Islam dengan Ahl al-Kitab membuka babak baru relasi iman dan politik.
Al-Quran menyebut hawa nafsu sebagai penggoda paling berbahaya. Ia tak kasatmata, tapi daya rusaknya melampaui peluru. Mengalahkannya adalah jihad terbesar.
Saat haus dan lelah, Musa menolong tanpa pamrih. Kisah di balik doa dan pertemuan itu mengajarkan: kebaikan sejati tak butuh panggung, hanya hati yang lapang dan iman yang teguh.
Kesombongan dan kedengkian, dua penyakit hati yang diwariskan sejak kisah Iblis dan Qabil, terus hidup di era digital. Mereka merusak iman, memicu konflik, dan menggerogoti peradaban.
Kudus mewarisi jejak toleransi Sunan Kudus: kompromi sosial yang mengakar dalam nilai Islam. Namun, harmoni ini kini diuji oleh ideologi sempit dan politisasi agama di era modern.
Interaksi sosial perempuan dan laki-laki sudah ada sejak kisah Hajar dan Sarah di era Ibrahim. Al-Quran, hadis, dan tafsir menegaskan perannya dalam ruang publik, selama adab dan syariat terjaga.
Gerhana Bulan total atau blood moon diperkirakan akan terjadi pada Ahad, 7 September 2025, bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1477 Hijriah. Kemenag mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melakukkan shalat gerhana (shalat khusuf),
Saat fiskal Abbasiyah nyaris runtuh, para pejabat ingin naikkan pajak 1000%. Ahmad bin Hanbal menolak dan sarankan jual aset elite. Solusi ini selamatkan negara tanpa tindas rakyat.
Maulid ala sufi bukan sekadar ritual, tapi perayaan cinta: qasidah, zikir, dan doa berpadu dalam harmoni spiritual. Di baliknya, perdebatan klasik soal bidah masih terus menyala.
Saudi menolak Maulid Nabi dengan alasan bidah, tapi pernah menggelar peringatan besar untuk Muhammad bin Abdul Wahhab. Sebuah paradoks antara puritanisme dan politik kekuasaan.
KH Ihsan Said tegaskan keutamaan walimatan adzimatan dalam Maulid Nabi. Walimah diyakini jadi sebab turunnya penjagaan Allah dari musibah dan bencana, serta mengangkat derajat hamba.
Dari gemerlap Maulid di era Abbasiyah hingga sunyi di Hijaz modern. Mengapa perayaan kelahiran Nabi menghilang dari Makkah dan Madinah? Ini kisah benturan tradisi, fatwa, dan politik.
Dari Kairo yang gemerlap hingga Mekah yang hening. Saat dunia Muslim berpesta Maulid, Saudi justru menutup pintu. Wahabi menyebutnya bidah. Tapi benarkah Maulid mati di tanah kelahiran Nabi?
Nama itu semula terdengar asing. Bayi yatim, ditolak para penyusu, akhirnya diasuh perempuan miskin. Dari gurun yang keras, lahir pribadi yang kelak mengubah wajah sejarah dunia.
Islam menjunjung kesetaraan gender, namun tafsir patriarkis sering menempatkan perempuan di lapis kedua. Kini ulama perempuan bangkit menafsir ulang teks suci untuk melawan bias.
Bidah sering hadir dengan wajah suci, tapi berpotensi menggoyahkan akidah. Dari Khawarij hingga ritual modern, persoalan ini tetap jadi perdebatan antara purifikasi dan tradisi.
Al-Quran menyebut Ahl al-Kitab dengan nuansa beragam: ada yang memusuhi, ada yang lurus. Tafsir Quraish Shihab menekankan: jangan generalisasi. Kritik keras tak berlaku untuk semua.