Beliau menegaskan bahwa tidak ada satu pun hadis sahih yang memastikan bahwa makhluk pertama adalah Nabi Muhammad, atau pena, atau akal, sebagaimana kerap diklaim oleh sebagian orang.
Tradisi yang hidup di tengah masyarakat Indonesia ini tidak berasal dari syariat yang baku, namun berakar pada spirit kepedulian dan cinta kasih kepada mereka yang kehilangan pelindung.
Dari keutamaan puasa hingga praktik ritual yang dipertanyakan, hari Asyura menjadi ruang tarik-menarik antara warisan keimanan dan budaya turun-temurun.
Muhammad Asad mengajak dunia Islam untuk tidak menutup diri dari perubahan, tetapi juga tidak tunduk begitu saja pada arus yang merusak fondasi nilai. Di antara dua ekstrem itulah, simpang jalan Islam terbentang hingga hari ini.
Nabi Yunus dihukum karena marah dan meninggalkan kaumnya. Dalam gelap lautan, gelap malam, dan gelap perut ikan, ia belajar bahwa pengampunan Allah lebih besar daripada rasa kecewa manusia.
Banyak yang mengira hijrah Nabi Muhammad ? ke Madinah terjadi di bulan Muharram. Sejarah berkata lain. Kalender Hijriyah justru lahir bertahun-tahun setelah hijrah itu sendiri.
Pakaian serba hitam membanjiri jalanan. Genderang duka ditabuh bertalu-talu, mengiringi arak-arakan unta berhiaskan kain berwarna-warni. Di tengah hiruk pikuk kota Teheran, suara ratapan menggema bersahut-sahutan.
Dibaca setiap tahun di hari Asyura, doa ini melampaui batas teks. Ia jadi cermin ketundukan umat kepada Tuhan, dan pengingat akan nasib para nabi yang diselamatkan dalam hari-hari genting.
Bulan pembuka tahun Hijriah ini sarat makna dan sejarah. Al-Qur'an dan literatur klasik Islam mencatat banyak peristiwa besar terjadi di dalamnya, memperkuat kedudukannya sebagai salah satu bulan paling mulia.
Di balik dua ayat pendek itu, warisan riwayat dan spekulasi tafsir menjelma menjadi lanskap spiritual yang luas yang kehilangan arah dalam memaknai pencapaian sejati.
Sebuah kisah yang tak hanya memuat fragmen spiritual, tetapi juga kritik terhadap kekuasaanyang apabila tak disertai hikmah dan kehati-hatian, bisa melukai keadilan yang diamanahkan Tuhan.
Kekosongan data inilah yang justru mengandung pesan yang lebih dalam: fokus Al-Quran bukan pada fakta sejarah yang kasat mata, melainkan pada nilai-nilai yang abadi dan lintas zaman.
Bagi sebagian umat, hari itu bukan hanya tentang Karbala atau kisah tobat para nabi. Ia juga dikenang sebagai momen api dinyalakan setinggi gunung untuk membakar seorang remaja pemberontak bernama Ibrahim.
Para santri saling mengunjungi kamar antar-kompleks, menghias ruangan sebagai bentuk penghormatan, lalu berkumpul di pendopo untuk menerima kue dari sang kiai.
Secara sistemik, tidak ada perbedaan antara 1 Muharram dan 1 Suro. Keduanya mengacu pada kalender qamariahsistem penanggalan berbasis perputaran bulan.
Kendati memimpin pasukan yang berhadapan langsung dengan sahabat-sahabat besar seperti Aisyah, Thalhah, dan Zubair, Ali tidak menjatuhkan vonis kafir kepada lawannya. Ia menyebut mereka sebagai bughah, pembangkang, bukan murtad.